CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Minggu, 15 Februari 2009

PKS Depok dan DPD Bantul Bantah Rayakan Valentine




DPD PKS Depok Bantah Rayakan Valentine
Senin, 9 Februari 2009 - 11:48 wib
Marieska Harya Virdhani - Okezone
TEXT SIZE :




DEPOK - DPD PKS Depok meralat pemberitaan yang menyebutkan pihaknya akan merayakan Hari Valentine, sebagai cara untuk menjaring para pemilih pemula di Kota Depok.

"Kami tidak pernah ada niatan untuk merayakan dan menyelenggarakan Hari Valentine. Karena sudah jelas itu perayaan umat Yahudi," tukas Ketua DPD PKS Mujtahid Rahman Yadi kepada okezone, Senin (9/2/2009).

Menurutnya, DPD PKS Depok hanya memanfaatkan momentum Hari Valentine saja, bukan merayakannya. Pemanfaatan momen ini berupa membagi-bagikan coklat atau bunga dengan menyelipkan stiker nomor urut dan gambar partai.

Cara seperti itu merupakan bagian dari program Ketok Sejuta Pintu yang bertujuan untuk menjaring para pemilih pemula. Cara lainnya, setiap kader melakukan door to door dengan sasarannya para remaja. Setiap seorang kader diwajibkan mendatangi 40 rumah yang memiliki remaja untuk mendapatkan penjelasan soal PKS.

Menurut Mujtahid, program ini dilakukan karena sangat sulit untuk menjaring para pemilih pemula. Sebab para pemilih pemula memiliki kecenderungan mengikuti pilihan orangtua.

"Ini adalah formula tepat untuk menjaring pemilih pemula," tandasnya.

Namun, Mujtahid belum bisa memastikan cara memanfaatkan momentum Valentine akan jadi dilakukan atau tidak. "Jadi atau tidaknya, akan melihat situasi nanti," tukasnya.(hri) (mbs)


PKS Bantul Bantah Dukung Valentine untuk Kampanye
Kamis, 12 Februari 2009 - 17:12 wib
Daru Waskita - Trijaya
TEXT SIZE :



BANTUL - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Bantul membantah mendukung rencana dari PKS Kota Depok yang akan menggunakan momen hari Valentine untuk berkampanye.

Bahkan, PKS Bantul juga menyatakan sepakat dengan Majelis Ulama Indonesia Yogyakarta yakni tidak memanfaatkan momen Valentine untuk kegiatan kampanye.

"Saya mau meluruskan pemberitaan di media tentang dukungan PKS Bantul menggunakan hari valentine untuk kampanye. Yang benar PKS Bantul akan menggunakan media atau sarana yang tidak melanggar prinsip seperti yang ditetapkan oleh MUI Yogyakarta," terang Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Bantul Agus Sumartono di Bantul, Kamis (12/2/2009).

Menurut Agus, PKS Kabupaten Bantul hingga saat ini juga tidak ada rencana menggunakan hari valentine untuk melakukan kampanye. Karena bagi PKS, semua hari adalah baik adanya dan tidak ada pengkultusan hari Valentine karena tidak sesuai dengan ajaran Islam.

"Saat itu saya hanya mengomentari rencana PKS Kota Depok yang akan memanfaatkan momen valentine untuk berkampanye, dengan memberi kue, coklat dengan diselipkan tanda gambar partai atau nama caleg. Sehingga pernyataan saya tidak ada kaitannya dengan PKS yang ada di Kabupaten Bantul," tuturnya.

Lebih lanjut Agus menyatakan, agenda sosialisasi bagi pemilih pemula atau anak muda dilakukan door to door pada Sabtu dan Minggu yang kebetulan bersamaan dengan hari valentine.

"Waktunya bersamaan dengan hari Valentine, sehingga tidak ada kaitannya PKS menggunakan hari valentine untuk berkampanye. Karena sebelum hari valentine, setiap Sabtu-Minggu sudah melakukan penjaringan pemilih pemula," ujar Gus Ton panggilan akrab Agus. (lsi)

PKS Undang Elit Parpol Besar Pertajam Koalisi
Minggu, 15 Februari 2009 - 15:55 wib
Amir Sarifudin - Okezone
TEXT SIZE :



BALIKPAPAN - Partai Keadilan Sejahtra (PKS) dalam beberapa pekan akan mengundang pimpinan parpol besar. Undangan ini bagian dari upaya mempertajam koalisi.

"Harus ada pembicaraan matang, nanti setelah pemilu tinggal ketok saja, karena waktunya hanya sedikit," ungkap Presiden PKS Tifatul Sembiring di Balikpapan usai penggalanang dana untuk Palestina, Minggu (15/2/2009).

Pimpinan Parpol besar yang akan diundang PKS di antaranya Megawati, Jusuf Kala, SBY, dan lainnya. Sejauh ini PKS menurut Tifatul, juga telah melakukan lobi-lobi dengan Golkar, Partai Demokrat, PPP sedangkan dengan PDIP masih bersifat informal.

"Kita akan mempertajam, artinya kalau istilahnya dilamar atau melamar itu harus jelas. Jangan kata orang-kata orang. Ini serius gak sih melamar jangan bikin ge-er juga. Jangan orang sudah demam ternyata gak jadi," ucapnya.

PKS menurut akan menggandeng partai-partai nasional besar untuk membentuk koalisi yang idealnya 40 persen kekuatan. "Kita kedepankan koalisi dengan partai Islam, tapi itu belum cukup apalagi sekarang partai Islam lagi ada masalah internal. Jadi kita akan gandeng partai besar. Idealnya secara pribadi ya 40 persen kekuaatan koalisi itu, " tandasnya.

Lanjut Tifatul, dengan kekuatan 40 persen diharapkan ada kekuatan yang bisa menguatkan posisi presiden terutama di parlemen. "Nah saya melihat Pemilu 2009 ini tidak ada satupun partai yang tidak bisa berkoalisi karena perolehan suara nanti tidak ada yang lebih dari 25 persen," tegasnya.

PKS jika memperoleh lebih dari 20 persen suara, maka akan mengajukan capres atau cawapres sendiri. Saat ini PKS telah mempublikasi 8 capres PKS. Mereka berasal dari perwakilan pulau yakni dua capres dari Sumatra, 3 calon dari Jabar, Jateng satu calon, dan dari Indonesia Timur 2 capres. "Ini bagian dari strategi PKS dan ingin mengetahui respons masyarakat atas 8 capres PKS itu," tuturnya.

(ram)

Komentar :

ada 0 comments ke “PKS Depok dan DPD Bantul Bantah Rayakan Valentine”

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini