CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Photobucket

Selasa, 24 Februari 2009

Jangan Coba-coba Remehkan PKS

Jusuf kalla,hidayat nur wahid,tifatul,pks


Herdi Sahrasad

Zulkieflimansyah
(inilah.com/Raya Abdullah)INILAH.COM, Jakarta – Hidayat Nur Wahid jadi kandidat calon wakil presiden? Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa diremehkan kekuatannya. Karena itu, jika meraih 20% kursi di parlemen, mereka akan mengajukan calon presiden sendiri.

Zulkieflimansyah, anggota DPR dari PKS mendukung sikap Hidayat yang tegas menyatakan bahwa wacana yang menduetkan dirinya sebagai kandidat cawapres dari partai lain telah merendahkan partainya. “Sebagai kader PKS, wajar kami tidak mau dinomorduakan. Kami optimistis PKS bisa meraih 20% kursi di parlemen,’’ kata dosen Pasca Sarjana FEUI itu.

Zul dan Hidayat sependapat bahwa Pemilu Legislatif belum dimulai, tapi PKS sudah divonis hanya layak menyodorkan cawapres. “Hal ini tidak elok. Bisa saja justru PKS yang meraih 20% suara,” kata mantan calon gubernur Banten itu.

Hidayat sendiri tak menunjuk langsung pihak yang ditudingnya telah merendahkan PKS. Sebab, wacana tentang duet Hidayat dengan Jusuf Kalla, yang disokong para pengurus daerah Partai Golkar sebagai calon presiden, juga didukung Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta.

Anis mengatakan pasangan Kalla-Hidayat memenuhi kriteria yang dipakai PKS, karena merupakan kombinasi tokoh asal Jawa dan luar Jawa. Keduanya juga dianggap pas sebagai simbol tokoh beraliran nasionalis dan Islam. “Golkar-PKS itu nasionalis-Islam. Kami masih berpegang pada parameter itu,” ujarnya.

Menurut Anis, duet Kalla-Hidayat akan menjadi pasangan tangguh untuk membendung laju Susilo Bambang Yudhoyono. “Kedua pasangan akan sama-sama kuat.”

Dalam hal ini, Zulkieflimansyah yakin Hidayat bakal menjadi capres PKS jika parpol ini meraih 20% kursi parlemen. “Kami di PKS melihat Hidayat kandidat terkuat, meski bisa saja PKS secara kolektif mengajukan nama lain,” tutur doktor ilmu ekonomi lulusan Glasgow, Inggris itu.

Zul mendorong agar semua kader PKS menolak jika PKS dinomorduakan, alias jadi cawapres belaka. Wacana menjadikan PKS sebagai nomor dua itu dikhawatirkan menimbulkan demoralisasi spirit kader PKS untuk maju dan menang. Sebagaimana Hidayat, Zul menilai gagasan menduetkan dirinya dengan Kalla hanyalah usulan pribadi, dan bukan sikap resmi partai. Bahkan, nama Hidayat juga kerap disandingkan dengan para calon presiden seperti Yudhoyono atau Megawati Soekarnoputri.

Zul yang Wakil Sekretaris Jenderal PKS itu sering menegaskan partainya akan mengajukan Hidayat sebagai capres bila perolehan suara pemilu lebih dari 20%. “Ada beberapa hal yang harus dikaji dari opsi-opsi yang ada,” katanya tentang kemungkinan lain yang akan ditempuh PKS.

Kalangan PKS menyatakan, Wapres JK pun harus lolos dari fit and proper test jika ingin meminang kader PKS sebagai cawapresnya. Artinya, tak mudah jadi capres PKS. “Begitu kiranya dan harap maklum,” kata Zul. [I4]






Malam Jumat, JK Silaturahmi ke Markas PKS
Rabu, 25 Februari 2009 - 11:48 wibFerdinan - Okezone TEXT SIZE :
JAKARTA - Tampaknya duet Jusuf Kalla-Hidayat Nurwahid semakin serius. Ada rencana, keduanya akan bertemu pada esok hari ba'da maghrib, Kamis 26 Februari, di DPP Partai Keadilan Sejahtera Jalan Warung Buncit-Mampang Prapatan, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Pak Jusuf Kalla akan datang ke DPP PKS Kamis setelah maghrib. Kita akan bertemu dulu," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring usai deklarasi parpol antikorupsi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2009).

Apakah PKS serius dengan Partai Golkar? Tifatul menjawab PKS serius dengan duet JK-Hidayat. "Ya iyalah serius," kata dia.

Kendati demikian, Tifatul belum dapat memaparkan lebih jauh apa yang akan dibicarakan pada pertemuan besok malam. "Ya belum tahu. Lihat saja nanti," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, kedatangan Ketua Umum Jusuf Kalla hanyalah silaturahmi saja. "Silaturahmi itu kan bagus," ujarnya.

Senada dengan Tifatul, Agung juga belum bisa memastikan arah pembicaraan yang akan berlangsung di Kantor DPP PKS tersebut, apakah akan membicarakan koalisis capres-cawapres. "Kalau bicara koalisi capres-cawapres itu, setelah pemilu legislatif," pungkasnya.
(nov)

Komentar :

ada 1
Anonim mengatakan...
pada hari 

emang iya?

Total Tayangan Halaman